Rabu, 09 Oktober 2013

Mencari Mba Fitri..



Mba Fitri.. Ah, aku lupa siapa nama panjangnya. Dia seumuran denganku, yaitu kelahiran tahun 1990, tapi satu angkatan di atasku. Aku mengenalnya dari seorang teman yang mengajakku untuk les dengan mba Fitri sebagai gurunya. Kalian tahu? Dia pintar sekali. Karena saat itu posisiku akan segera menghadapi ujian nasional, jadi lesnya difokuskan pada 3 mata pelajaran saja.
Mungkin ini bedanya diajar oleh guru yang seperti menjadi teman. Di samping karena dia seumuran denganku, dia juga menerapkan cara mengajar yang mudah diterima. Aku dengan mudah menangkap penjelasan darinya, yang saat di sekolah tidak kumengerti sama sekali.
Bersama dua temanku, kami bertiga datang ke kostan mba Fitri setiap malam dari Senin sampai Kamis. Dari pagi sampai siang dia  bekerja di sebuah pabrik di kotaku. Dan malamnya mengajari kami bertiga. Untuk sebuah pekerjaan menylurkan ilmu, nominal yang dia terima saat itu terbilang tidak pantas. Meskipun begitu, dia tetap maksimal memberikan kami pengarahan.
Selain ketiga mata pelajaran utama, dia juga tidak menolak saat kami minta bantuan mengerjakan PR mata pelajaran lain. Hanya satu pelajaran yang tidak bisa dia bantu, yaitu Akuntansi. Tentu saja, karena dia beda jurusan dengan kami saat SMK dulu. Tapi jangan salah, dia membantu kami menyampaikan presentasi saat sidang Tugas Akhir. Bagaimana cara agar tidak gugup, cara mengambil hati penguji, dan dia meminjamkan semua jasnya kepada kami bertiga.
Aku masih ingat betul hari itu, hari saat kami akan sidang Tugas Akhir. Sehabis sholat Subuh aku dan kedua temanku sudah berada di kostan mba Fitri. Mba Fitri yang menyiapkan penampilan kami agar layak mengikuti sidang. Dia mendandani kami memakai make-up pribadinya. Tidak semenor saat akan pergi ke kondangan memang, tapi sangat membantu kami dalam hal percaya diri. Dan saat kami selesai, barulah dia berangkat kerja.
Sidang Tugas Akhir lancar, UN pun kami bertiga lulus dengan nilai yang di luar dugaan. Saat pengumuman, hal pertama yang langsung kulakukan adalah memberi kabar pada mba Fitri. Begini isi smsku waktu itu, “Mba Fitri, murid-muridnya mba lulus semua. Terimakasih bimbingannya selama ini.” Dan dia membalas, “Alhamdulillah, mba ikut seneng kalo gitu.”
Ya, itu terakhir kalinya aku mengirim pesan padanya. Aku lupa pada mba Fitri karena kesibukanku waktu itu. Daftar kuliah ke luar kota, ikut ujian seleksi masuk, dan kesibukan lainnya.
Lalu mengapa tiba-tiba aku ingat padanya? Sederhana saja. Murid lesku yang baru saja lulus SD, sekarang tidak ikut les lagi di rumahku. Karena memang aku hanya menerima les untuk murid SD. Aku merasa dilupakan oleh ketiga muridku. Satu perempuan , dan dua laki-laki. Suatu hari aku berpapasan dengan salah satu dari mereka. Dan, dia tidak menyapaku. Dua murid yang lain, tidak pernah lagi menanyakan kabarku. Aku bertanya kepada diriku sendiri, “Mengapa hatiku sesakit ini?”
Berawal dari kejadian itulah, aku ingat mba Fitri. Mungkinkah mba Fitri merasakan hal yang sama sepertiku? Bahwa sekedar sapaan pun begitu berarti bagi seseorang. Tapi kami menanyakan kabarnya pun tidak.
Melalui tulisan ini, aku berharap siapapun yang mengenal mba Fitri, tolong sampaikan pesan ini untuknya. Sebagai petunjuk, aku akan memberi informasi yang aku tahu darinya. Dia sebenarnya orang Semarang, tapi berkerja di pabrik obat nyamuk di kotaku, kota Tegal. Dia kelahiran tahun 1990, tapi lulus SMK tahun 2007. Dia bersekolah di SMK Farmasi di Semarang. Rambutnya panjang, kulitnya putih, wajahnya agak mirip Titi Kamal (ini serius, aku dan dua temanku bepikiran hal serupa), dan bicaranya sedikit cadel, hanya sedikit. Saat dia di Tegal, dia tinggal di kostan dekat komplek Universitas Pancasakti Tegal. Untuk yang mau membantu, sebelumnya aku ucapkan terima kasih.

Mba Fitri, ini Fatma. Masih ingat tidak? Terima kasih untuk satu tahun kebersamaan kita dulu mba. Terima kasih atas ilmu yang mba berikan untuk kami. Terima kasih untuk bantuan mba dulu saat kami mau ujian. Terima kasih juga untuk beberapa curhat dari kami yang kadang ikut terselip. Hehe..
Maafin aku mba.. Aku tidak berniat sama sekali untuk melupakan mba Fitri. Nomor ponsel yang ada nomor mba Fitrinya, sudah hangus. Dan tidak tahu kenapa, aku yakin mba Fitri sudah tidak di Tegal lagi. Beberapa hari ini aku sering lewat depan kostan mba Fitri, tapi ragu mau masuk. Dari luar aku perhatikan, orang-orang yang keluar masuk dari sana bukan teman-teman mba Fitri dulu. Awalnya aku berniat bertanya pada yang tinggal di sana tentang keberadaan mba Fitri, tapi mungkinkah mereka kenal mba Fitri?
Maafin aku dan teman-teman ya mba? Kami tidak sekalipun mengunjungi mba Fitri semenjak kelulusan. Mba Fitri pasti kecewa, ya? Tiba-tiba aku kangen mba Fitri. L Kalau mba baca tulisanku ini, respon aku, ya mba? Aku ingin tahu kabar mba. Semoga mba baik-baik saja di mana pun mba berada. Semoga mba bahagia di sana. Aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar