Selasa, 03 Februari 2015

Anakku, Khairan Rafi Arizal..

Bunda berharap banyak, suatu saat Rafi baca blog ini. Dan jika saat itu tiba, Rafi pasti sudah besar ya, nak? Sudah rajin membaca tentunya. Kenapa bunda katakan  rajin, bukan pintar? Karena bunda tidak  akan memuji Rafi karena nilai-nilai Rafi yang bagus di sekolah. Bunda lebih akan memuji usaha yang Rafi lakukan untuk mendapatkan nilai itu .

Saat ini bunda sedang menatap Rafi kecil berumur 6 bulan, yang sedang tidur nyenyak di sisi bunda. Belum terpikirkan oleh  bunda, akan seperti apa Rafi saat besar nanti. Apakah jadi mirip bunda, atau semakin mirip ayah?

Apakah saat Rafi membaca ini, orang-orang masih menggunakan blog untuk memposting artikel? Yang pasti bunda berharap, semoga Google masih  ngetrend di masa depan. Agar Rafi mengenal Google, agar artikel ini menempati urutan teratas saat Rafi memasukkan kata kunci nama Rafi. Dan, apakah saat itu bunda masih ada di dunia?

Rafi bobonya jelalatan.. -,- kadang nendangin perut bunda. Kadang kalo lagi minum susu, tangan Rafi sambil narik rambut bunda. Bunda sampai gemas ingin ciumin Rafi terus.

Tiap bangun tidur, Rafi selalu senyum. Rafi selalu nurut kalau mandi sama bunda. Tapi kalau minta makan atau minum, Rafi tidak sabaran. Maunya cepat-cepat. Bunda sampai kewalahan. Tapi bunda bahagia, Rafi ada terus di samping bunda.

Kalau suatu saat Rafi dengar sesuatu yang tidak menyenangkan tentang masa awal Rafi lahir, Rafi boleh mempercayainya. Karena kenyataannya memang Rafi saat itu tidak mendapatkan yang terbaik dari bunda. Karena bunda terlalu bodoh. Sampai sekarang, dan sampai kapanpun, bunda terus menyesalinya. Dan karena itu bunda menulis ini. Bunda minta maaf.. Bunda minta maaf.. Bunda minta maaf, sayang..

Tapi kalau Rafi marah, jangan lama-lama ya marahnya? Nanti bunda sedih.

Bunda sering cemburu kalau Rafi lebih sering sama mbah Dampyak. Bunda berusaha mengerti sikap mereka itu karena Rafi cucu pertama. Tapi apa mereka lupa, Rafi juga anak pertamanya bunda. Bunda yang merasakan repot saat  hamil. Bunda yang merasakan sakit saat melahirkan, dan tidak mudah juga. Empat hari, waktu yang tidak sebentar untuk proses kelahiran. Bunda ingat waktu Rafi baru lahir, kita masih di rumah sakit. Baru sebentar Rafi diantar ke kamar bunda, Rafi sudah digendong sama mbah keluar kamar. Padahal bunda belum puas natap Rafi yang masih mungil. Rafi juga kan belum belajar nenen bunda, karena begitu lahir kita tidak melakukan IMD. Karena bunda melahirkan Rafi lewat operasi. Bunda minta maaf.. :(

Yang berhak merasakan kebahagiaan menjadi ibunya Rafi, cuma bunda..
Yang berhak merasakan repot menjadi ibunya Rafi, cuma bunda..
Karena bunda ini ibunya Rafi, satu-satunya ibunya Rafi.

Dan setelah membaca ini, bunda berharap Rafi dengan tulus akan membela bunda suatu saat nanti. Karena selama ini, bunda menghadapi ini sendirian. Tapi Rafi tetap harus menghormati mbah. Harus sayang juga sama ayah.

Bunda tidak akan menuntut Rafi menjadi anak yang pintar, sukses, atau memberi uang sama bunda. Menjadi anak yang soleh, rajin, dan berbakti pada orang tua, itu sudah cukup membahagiakan untuk bunda. Silahkan Rafi boleh menikmati uang hasil kerja keras Rafi sesuka hati. Tapi tetap ingat infaq dan nabung, ya nak?

Kalau boleh, bunda punya tiga permintaan untuk Rafi. Yang pertama, jadi anak sholeh. Agar doanya Rafi untuk ayah bunda dikabulkan Allah. Jangan pernah tinggalkan sholat, infaq dan amal sholeh yang lain ya, nak? Jaga diri dari lingkungan dan teman-teman yang kurang baik.

Yang kedua, bunda titip keluarganya bunda ya, nak. Tolong hormati dan perhatikan kesehatannya mbah Ummi, mbah Aing, mbah kakung, mbah Qomah, mbah ibu Ko. Tolong hormati juga pade Hang, pade Iman, pade Tiar, sama um Dayat. Mereka semua banyak jasanya sama bunda, apalagi sama Rafi. Waktu bunda hamil  Rafi, mereka yang repot mengurus dan memenuhi permintaan bunda. Karena ayah kerja di luar kota.

Yang ketiga, tolong carilah pasangan hidup yang sholehah. Benar-benar sholehah luar dalam ya, nak. Karena insya Allah wanita sholehah akan menenteramkan rumah tangga. Pilihlah juga yang sehat jasmani dan rohani. Kenapa bunda memasukkan "sehat" sebagai syarat? Karena agar dia berumur panjang, dan menemani serta mengurus Rafi hingga kalian tua nanti. Dan lihat riwayat kesehatan keluarganya juga, agar anak-anak Rafi tidak mengidap penyakit yang diturunkan oleh keluarganya. Kenapa? Agar Rafi selalu bahagia.. Bunda tidak ingin melihat Rafi sedih, karena anak Rafi sakit, misalnya. Dan jika Rafi sudah menemukan wanita yang tepat, tolong cintai, lindungi, hargai dan bahagiakan dia. Karena Rafi wajib membuat istri selalu merasa dicintai oleh suaminya.

Hanya tiga itu saja, sayang. Berat ya, nak? Bunda minta maaf.. Semampunya Rafi saja, tidak perlu memaksakan.

Bunda sayang Rafi..
Kalimat itu yang harus selalu diingat Rafi sepanjang hidup. Bukan sekedar wacana, nak,  itu tulus dari hati bunda. Hati yang degupannya pernah Rafi dengar selama 9 bulan di dalam perut bunda.

Bunda sayang Rafi..