Sweet Moment
Ba'da maghrib.. Rumah itu mendadak
ramai. Seluruh keluarga berkumpul, dan terlihat semuanya panik. Dari
dalam kamar terdengar suara wanita mengerang kesakitan. Apa yang
terjadi? KDRT kah?
Dengan tergesa-gesa seorang wanita memakai baju putih masuk ke dalam kamar. Siapa dia? Malaikat kah?
Lama sekali mereka di dalam. Apa yang mereka lakukan? Rapat kah?
Sampai adzan isya berkumandang pun tak ada yang keluar. Semua mata tertuju pada pintu kamar itu, makin panik.
Kemudian saat pintu itu terbuka, berdirilah semua orang. Banyak pertanyaan di benak mereka.
Seorang pria, keluar dan...... Apa yang digendongnya? Bayi..???? Ya, ternyata seorang ibu baru saja melahirkan bayinya.
Kompak, semua orang mengerumuni si bayi. perempuankah? Laki-lakikah?
Kemudian si ayah dengan senyum bijaknya menjawab, "Perempuan.."
Kompak lagi, semua orang tersenyum. Ayah memanggil ketiga kakak laki-laki si bayi, dan bergantian mereka menciumnya.
Begitu bahagianya mereka, inilah yang dinanti-nanti. Setelah menunggu 7 tahun, akhirnya lahir juga seorang bayi perempuan di keluarga ini.
Senyum di mana-mana, banjir ucapan selamat, datang dari sanak keluarga.
Rasanya takkan terlupakan moment tanggal 18 September 1990 itu.
Ba'da isya..
Ya, itu adalah tanggal kelahiranku. Saat ibu melahirkanku. Saat Allah menyelamatkan aku dan ibuku.
Saat terindah dalam hidupku. Saat di mana aku bisa membahagiakan semua orang.
Saat itu mereka begitu bahagia, menyambutku yang baru saja lahir ke dunia ini.
Tapi, apakah sekarang mereka sebahagia itu? Di saat aku beranjak dewasa. Rasanya untuk membahagiakan mereka saja aku belum mampu.
Ibu, aku mohon. Bimbinglah aku, agar aku bisa terus membawa kebahagiaan di rumah ini. Jangan pernah menyesal, telah melahirkanku, ibu..
Karena aku menyayangimu..
Dengan tergesa-gesa seorang wanita memakai baju putih masuk ke dalam kamar. Siapa dia? Malaikat kah?
Lama sekali mereka di dalam. Apa yang mereka lakukan? Rapat kah?
Sampai adzan isya berkumandang pun tak ada yang keluar. Semua mata tertuju pada pintu kamar itu, makin panik.
Kemudian saat pintu itu terbuka, berdirilah semua orang. Banyak pertanyaan di benak mereka.
Seorang pria, keluar dan...... Apa yang digendongnya? Bayi..???? Ya, ternyata seorang ibu baru saja melahirkan bayinya.
Kompak, semua orang mengerumuni si bayi. perempuankah? Laki-lakikah?
Kemudian si ayah dengan senyum bijaknya menjawab, "Perempuan.."
Kompak lagi, semua orang tersenyum. Ayah memanggil ketiga kakak laki-laki si bayi, dan bergantian mereka menciumnya.
Begitu bahagianya mereka, inilah yang dinanti-nanti. Setelah menunggu 7 tahun, akhirnya lahir juga seorang bayi perempuan di keluarga ini.
Senyum di mana-mana, banjir ucapan selamat, datang dari sanak keluarga.
Rasanya takkan terlupakan moment tanggal 18 September 1990 itu.
Ba'da isya..
Ya, itu adalah tanggal kelahiranku. Saat ibu melahirkanku. Saat Allah menyelamatkan aku dan ibuku.
Saat terindah dalam hidupku. Saat di mana aku bisa membahagiakan semua orang.
Saat itu mereka begitu bahagia, menyambutku yang baru saja lahir ke dunia ini.
Tapi, apakah sekarang mereka sebahagia itu? Di saat aku beranjak dewasa. Rasanya untuk membahagiakan mereka saja aku belum mampu.
Ibu, aku mohon. Bimbinglah aku, agar aku bisa terus membawa kebahagiaan di rumah ini. Jangan pernah menyesal, telah melahirkanku, ibu..
Karena aku menyayangimu..
Itulah sebagian cerita awal kehidupanku
di dunia. Seperti blog ini, yang baru saja lahir. Semoga memberi
manfaat kepada pembaca, bukan hanya untuk hiburan semata.
Terima kasih sudah mampir ke sini. :)